Eksplorasi Di Daerah Volkanik Kaya Migas Cekungan Banyumas

Cekungan Banyumas adalah cekungan migas di sebelah selatan pulau Jawa bagian tengah yang diduga berpotensi mengandung hidrokarbon. Hal ini dibuktikan dengan banyak ditemukannya rembesan minyak dan gas bumi di area tersebut, bahkan beberapa rembesan gas sudah dimanfaatkan penduduk sekitar untuk memasak. Namun berlawanan dengan fakta di permukaan, penemuan lapangan migas di daerah ini masih nihil hasilnya hingga sekarang. Hal ini dikarenakan daerah yang diduga menjadi salah satu sambungan pulau Jawa bagian Barat dan Timur ini masih belum jelas tatanan geologi nya, sehingga ekplorasi migas masih sulit dilakukan.

Berkaitan dengan hal ini, pada awal 2018 Pusat Survei Geologi (PSG) – Badan Geologi – Kementerian ESDM telah melakukan survei geologi dan geofisika terpadu sebagai metode alternatif untuk mengetahui kondisi bawah permukaan. Metode survei geofisika yang digunakan adalah dengan mengintegrasikan metode magnetotellorics (MT), passive seismic tomography (PST), gaya berat, dan magnetik. Metode survei geofisika yang cukup beragam di daerah ini dilakukan karena cekungan Banyumas banyak tertutup oleh endapan vulkanik yang sulit ditembus oleh metode geofisika konvensional untuk eksplorasi lapangan migas. Hasil survei geofisika nantinya diintegrasikan dengan hasil dari survei geologi oleh Pusat Survei Geologi.

Selain menggunakan metode geofisika diatas, Pusat Survei Geologi berkolaborasi dengan PT. Elnusa Tbk melengkapi survei seismik yang masih berlangsung, yaitu survei seismik refleksi. Metode seismik refleksi yang dilakukan yaitu vibroseis yang dilakukan di Desa Penyarang, Kecamatan Sidareja selama satu Minggu pada area sepanjang 4 kilometer. Dalam pelaksanaan survei ini PT. Elnusa menggunaan 4 unit alat vibroseis dan juga peralatan pendukungnya. Data yang terkumpul ini nantinya akan diolah untuk mendapatkan kualitas gambar yang lebih detail.

 gbr1

Survei Seismik refleksi menggunakan peralatan Vibroseis sebanyak empat unit yang dilakukan di Desa Penyarang, Kecamatan Sidareja.

 gbr2

 Peralatan Geophone yang, ditempakan di sisi jalan berjarak 20 meter dengan system wireless.

 gbr3

Kepala Pusat beserta Kepala Bidang Pemetaan didampingi Koordinator Tim Lapangan Pusat Survei Geologi mendapat penjelasan dari Koordinator Lapangan PT. Elnusa Tbk.

Kepala Pusat Survei Geologi Dr. Ir. Eko Budi Lelono didampingi pejabat eselon III lain yaitu Kepala Bidang Pemetaan, Ir. Sinung Baskoro, MT. pada 2 Agustus 2018 melakukan monitoring kegiatan lapangan Cekungan Banyumas untuk memantau pelaksaaan pekerjaan tersebut secara langsung. Pada kesempatan tersebut Kepala PSG mendapat penjelasan dari Tim Ahli dari Elnusa tentang awal mula sistem peralatan vibroseis tersebut bekerja hingga didapatkan proyeksi gambaran bawah permukaan sampai kedalaman 3 km. Di akhir monitoring, Kepala Pusat Survei Geologi berharap semoga metode ini dapat melengkapi data survei dari Tim Lapangan Pusat Survei Geologi sehingga cebakan migas di Cekungan Banyumas bisa tergambar dengan lebih baik.

Sumber berita & foto : Cipto Handoko