Survei Akuisisi Seismik 2d Marine Untuk Mencari Potensi Giant Field Migas Di Perairan Laut Natuna Utara

Salah satu tugas dan fungsi Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral adalah memberikan pelayanan dan penyediaan data geologi dan geofisika kepada stakeholders yang berkegiatan di dunia migas. Guna mendukung pencapaian tujuan tersebut perlu diadakan beberapa kegiatan yang dapat memberikan gambaran atau kondisi dari area yang akan dilelangkan sebagai Wilayah Kerja Migas baru. Kegiatan pengambilan, pengumpulan serta pengolahan data seismik akan memberikan informasi yang mutakhir, lebih akurat dan dapat dipercaya. Kegiatan Pusat Survei Geologi dalam tahun anggaran 2018 melaksanakan survei akuisisi seismik 2D marine di Perairan Laut Natuna Utara. Perairan Laut Natuna Utara dipilih karena memiliki potensi migas akan tetapi data yang tersedia masih terbatas.

 gbr1

Peta lokasi lintasan akuisisi seismik 2D marin di Perairan Laut Natuna Utara

Dalam kegiatan teknis akuisisi data seismik 2D ini, Pusat Survei Geologi dengan PT. Elnusa Tbk. sebagai kontraktor pelaksana kegiatan survei. Berdasarkan kontrak yang telah ditentukan jumlah total panjang lintasan akuisisi seismik 2D yaitu 1800 meter yang terdiri dari 8 lintasan akuisisi seismik dengan lama pengerjaan selama 11 hari.

gbr2 

Hasil dari post stack time migration pada lintasan 1004

Berdasarkan hasil rekaman seismik sementara (post stack time migration) menunjukkan pola struktur graben – graben yang membentuk sub-basin. Pola struktur tersebut berkembang pada lintasan 1004 yang berada pada Cekungan Natuna Barat (Gambar 2). Bentukan cekungan cenderung terbentuk di bagian timur laut dan selatan dari area akusisi seismik 2D Singkawang. Dari hasil reflektor seismik dapat dibedakan endapan pre-rift, syn-rift, dan juga post-rift.

Sumber : Pusat Survei Geologi, Badan Geologi